Bandara Kulon Progo Dapat Tampung 15 Juta Penumpang Per Tahun

PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) mengungkap, Bandara Baru di Kulonprogo nanti bisa menyimpan 15 juta penumpang per th.. Jumlah itu naik penting dibanding kemampuan Bandara Adi Sutjipto yang ada untuk 1, 2 juta penumpang per th..

Direktur Paling utama AP I Danang S Baskoro menyampaikan, pembangunan bandara baru begitu dibutuhkan lantaran sekarang ini pengembangan Bandara Adi Sutjipto telah tak sangat mungkin lagi.

Sebab, tempat yang ada di samping kiri serta kanan Adi Sutjipto adalah sungai. Ditambah lagi, sekarang ini TNI Angkatan Hawa masihlah memakai bandara itu untuk menerbangkan pesawat latih.

” Diluar itu, di sampingnya juga telah ada bangunan-bangunan tinggi, ” tutur Danang waktu meninjau tempat bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta, Sabtu (21/1/2017).

Danang menerangkan, step awal pembangunan yang bakal dikerjakan yaitu pekerjaan pre-eliminary, seperti pemagaran ruang bandara, land clearing, serta perpindahan pohon. Step itu bakal ditangani sepanjang 3-6 bln..

Setelah itu, kata Danang, pelaksanaan fisik bakal dikerjakan pada pertengahan th., seperti konstruksi landasan picu atau runway serta apron pesawat. Danang juga menyampaikan, pembebasan tempat bakal dikerjakan pada April 2017.

Sekarang ini, tempat yang telah dibebaskan sebesar 91 % dari 578, 2 hektar. Bekasnya, sebesar 9 % atau 51 hektar, bakal dikerjakan lewat sistem konsinyasi.

” Untuk investasi, kami sediakan dana sebesar Rp 9, 3 triliun. Untuk tanah, kami pakai dana Rp 4, 2 triliun, ” tuturnya.

Dianya juga membidik, bandara baru di Kulonprogo bisa dioperasikan pada Maret 2019. Disamping itu, penyelesaian keseluruhnya ditargetkan pada akhir th. 2019.

Pembangunan bandara baru di Kulonprogo ini sudah digagas mulai sejak th. 2012. Terkecuali untuk mensupport pariwisata, bandara itu juga untuk menukar Bandara Adi Sutjipto yang sudah tak mencukupi dengan cara kemampuan.

Pembangunan Bandara Letung di Anambas Telan Rp 250 Miliar

Untuk buka akses ke Kepulauan Anambas, pemerintah menggelontorkan Rp 250 miliar untuk pembangunan Bandara Letung.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Hawa Letung Ariadi Widiawan menyampaikan dana itu dialokasikan berbarengan oleh Kementerian Perhubungan, Kabupaten Kepulauan Anambas serta Propinsi Kepulauan Riau.

” Dana sudah dibelanjakan mulai sejak 2014. Untuk segi hawa dijamin oleh Kementerian Perhubungan serta segi darat oleh pemerintah daerah, ” katanya, Minggu (26/2/2017).

Segi hawa dari bandara ini mencakup runway selama 1. 430 mtr., landasan penghubung dan apron yang dapat menyimpan tiga pesawat propeler atau baling-baling komersial.

Mengenai segi darat salah satunya meliputi terminal penumpang, tempat parkir, perkantoran, dan ruang perawatan.

Ruang Bandara Letung tempati lokasi seluas 136 hektar. Segi hawa yang mengonsumsi tempat 24, 64 hektar, serta segi darat seluas 2, 7 hektar.

Disamping itu bangunan segi darat meraih 2. 549 mtr. persegi serta bangunan segi hawa 45. 985 mtr. persegi.

Menurut Ariadi, pembangunan Bandara Letung bakal mempermudah akses dari serta ke Kepulauan Anambas. Sekarang ini, sesungguhnya telah ada satu bandara yang melayani lokasi ini, yakni bandara punya Conoco Phillips.

Sesudah usai di bangun, bandara ini bakal diintegrasikan dengan modal transportasi lain, yakni bis pengumpan serta kapal penumpang. Dengan hal tersebut, pembangunan bandara ini dapat tingkatkan konektivitas orang-orang.

Diluar itu, kehadiran bandara ini dapat dinilai strategis lantaran ada di lokasi Laut China Selatan yang bersebelahan dengan Malaysia, Vietnam serta Thailand.

” Kepulauan Anambas juga jadi jalur penerbangan internasional, hingga Bandara Letung dapat digunakan untuk pendapatan pada saat – saat bila diperlukan, ” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *