Asal-mula Adanya Komik Manga di Jepang

Asal-mula Adanya Komik Manga di Jepang, Manga yaitu kata beda dari komik. Hayooo, siapa yang menyukai banget baca komik? Untuk penggemar komik sejati tentu telah tidak asing sekali lagi dengan arti Manga ya. Manga adalah bhs Jepang yang disimpulkan dalam bhs Indonesia jadi komik, tetapi dengan harfiah arti dari kata Manga yaitu gambar aneh.
Asal-mula Adanya Komik Manga di Jepang
Manga dimulai pada zaman Edo lho. Saat seseorang pemahat kayu serta pelukis bernama Katsushika Hokusai membuat arti Hokusai Manga pada serial sketsanya yang sejumlah 15 volume serta diterbitkan pada th. 1814. Hokusai tersebut datang dari 2 huruf Cina yang mempunyai arti gambar manusia untuk bercerita suatu hal.

Nah, diakhir era 18, Kibyoshi adalah buku komik pertama yang diisi narasi dengan tatanan gambar yang dikelilingi oleh tulisan (atau tulisan di samping gambar) jadi ceritanya. Tetapi, manga tidak demikian berkembang sampai Perang Dunia II, hingga keberadaannya tidak diakui.

Pada awal era 19, keluar mangaka bernama Osamu Tezuka yang membawa histori baru didunia manga Jepang. Karyanya yang populer yaitu Tetsuwan Atom, atau yang kita kenal jadi Astro Boy.

Awalnya komik di Jepang yaitu peniruan dari film animasi dari Walt Disney lho, Sahabat Orbit. Waktu itu beberapa pengagum komik Jepang yaitu anak-anak. Pada 1959, mulai diterbitkan dua majalah mingguan untuk anak lelaki yakni Shonen Magazine serta Shonen Sunday.

Sepuluh th. lalu, majalah komik untuk remaja mulai terbit seperti Manga Action (1967), Young Comic (1967), Play Comic (1968) serta Big Comic (1967). Pada akhirnya ketertarikan pada komik juga merambah pada anak remaja.

MANGA DI INDONESIA

Manga ciri khas Jepang biasanya mempunyai keunikan penggambaran berbentuk mata yang besar, mulut serta hidung yang kecil, serta sedikit distorsi (coretan garis-garis) pada panjang kaki.

Manga yang pertama kalinya diterbitkan di Indonesia sesuai dengan gaya baca orang-orang Indonesia, Sahabat Orbit. Kenapa? Karna manga original dari Jepang diawali dari kanan ke kiri, hingga untuk manga yang diterbitkan di Indonesia rata-rata tokohnya jadi kidal.

Perbedaan ini mengakibatkan kerancuan untuk komik yang bergenre detektif, seperti Conan serta Kindaichi. Hal tersebut mengakibatkan sistem penyelesaian masalah dengan gambar alibi tokoh jadi berbeda, hingga berlangsung kekacauan pada inti narasi.

Sejak th. 2000-an, manga yang mengedar di Indonesia sesuai dengan kondisi asli manga yang diterbitkan di Jepang, yaitu di baca dari kanan ke kiri. Manga pertama yang diterbitkan di Indonesia serta memakai cara ini yaitu Rurouni Kenshin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *